ANALYSIS OF COMPONENT MAINTENANCE MANAGEMENT ON HYDRAULIC EXCAVATOR PC200 OF TPST BANTARGEBANG USING LIFE CYCLE COST (LCC) METHOD

Abstract

Jakarta menghasilkan 6500-7000 ton sampah setiap harinya. Sebagian besar sampah dikirim ke TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) Bantargebang yang ada di Bekasi. TPST Bantargebang menggunakan alat berat untuk mengelola sampah tersebut dengan populasi terbanyak adalah unit hydraulic excavator PC200. Tumpukan sampah yang ada di lingkungan dapat menghasilkan zat asam yang dapat memberikan dampak kerusakan pada unit PC200. Kerusakan dengan frekuensi yang tinggi pada komponen berakibat pada rendahnya kesiapan alat-alat. Diagram Ishikawa digunakan untuk menganalisis rendahnya kesiapan unit. Selanjutnya, Five-whys analysis digunakan untuk mendapatkan efek buruk dari sampah pada komponen. Five-whys menunjukkan bucket cylinder dapat rusak disebabkan oleh zat asam, sinar matahari, dan tekanan pada oli hidrolik. Metode FMEA (Failure Mode Effect Analysis) digunakan untuk menjelaskan seberapa tinggi potensi kerusakan dari komponen dimana menjadi dasar untuk perbaikan. Modifikasi dilakukan pada UPST 090 dengan mengganti bucket cylinder menjadi turn back bucket cylinder yang dapat mengurangi waktu breakdown unit sebesar 68% dan meningkatkan produktivitas unit sebesar 12,5%. Pada akhirnya, Metode LCC (Life Cycle Cost) digunakan untuk menghitung perbandingan efisiensi biaya sebelum dan setelah perbaikan dilakukan. Hasil perbandingan menunjukkan penurunan biaya maintenance dan perbaikan sebesar 56%.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By