REDUCING COST FUEL FILTRATION AT MAINTANK 4X1500KL USING KIDNEYLOOP SYSTEM AND MONITORING CSM HYDAC FILTER

Abstract

Industri pertambangan batubara di Indonesia menghadapi tantangan besar akibat perubahan kebijakan energi nasional, khususnya implementasi B40 (biodiesel 40%) dan pengetatan standar kebersihan bahan bakar sesuai ISO 4406. PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) sebagai kontraktor tambang utama di Kalimantan Timur mengalami peningkatan frekuensi penggantian filter bahan bakar dan biaya operasional akibat tingginya kontaminasi pada solar B40. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan sistem Kidneyloop dan modul monitoring CSM Hydac Filter pada Maintank 4x1500KL dalam menurunkan biaya per liter filtrasi solar, mengurangi konsumsi filter, serta meningkatkan indeks fuel cleanliness sesuai standar ISO 4406. Metode penelitian menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) Six Sigma untuk menganalisis data operasional, biaya, dan kualitas bahan bakar sebelum dan sesudah implementasi sistem Kidneyloop dan CSM Hydac. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kidneyloop dan CSM Hydac berhasil menurunkan biaya penggantian filter dari Rp 273,7 juta menjadi Rp 55,2 juta per bulan (efisiensi 79,82%), serta menurunkan biaya filtrasi dari Rp 45/liter menjadi Rp 17/liter (efisiensi 62,22%). Selain itu, frekuensi penggantian filter menurun dan indeks fuel cleanliness meningkat hingga memenuhi standar ISO 4406 (15/13/12). Kesimpulannya, penerapan sistem Kidneyloop dan monitoring CSM Hydac terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi biaya, memperpanjang umur filter, dan menjaga kualitas bahan bakar di lingkungan pertambangan yang ekstrem. Rekomendasi utama meliputi penguatan SOP, pelatihan operator, dan monitoring berkelanjutan untuk menjaga hasil perbaikan.

Description

Citation

Collections

Endorsement

Review

Supplemented By

Referenced By